EDA101

1. Pengertian kas kecil dan alasan perusahaan menggunakan kas kecil
Kas kecil merupakan uang yang dicadangkan atau disisihkan oleh perusahaan untuk membayar pengeluaran yang sifatnya rutin tapi jumlah rupiahnya relatif kecil yang tidak ekonomis bila dibayar dengan cek.
Alasan perusahaan menggunakan kas kecil adalah karena dalam membiayai pengeluaran rutin atau yang sifatnya berjumlah tidak besar akan tidak sangat efektif apabila harus menggunakan cek sebab harus menunggu pencairan cek (sebab sekarang kas disimpan di bank), tetapi jika menggunakan kas kecil maka pengeluaran dapat segera diberikan dana tanpa menunggu pencairan cek.

2. Termin (2/10, n/30; EOM; dsb)
2/10, n/30 = pembeli akan mendapatkan potongan sebesar 2% apabila melunasi transaksi pembelian 10 hari setelah tanggal transaksi dan hutang pembelian paling lambat dilunasi 30 hari setelah tanggal transaksi.
EOM = pembeli harus melunasi hutangnya pada akhir bulan dari bulan yang tercantum pada bukti transaksi.
n/30 = pembeli harus melunasi hutangnya 30 hari setelah tanggal transaksi.
2/15 EOM = pembeli akan mendapatkan potongan sebesar 2% apabila melunasi hutangnya 15 hari setelah tanggal transaksi dan hutang pembelian paling lambat dilunasi pada akhir bulan dari bulan pada saat transaksi terjadi atau pada bulan yang tercantum pada bukti transaksi.

3. Peran akuntansi keuangan dan biaya
Akuntansi keuangan : menghasilkan informasi keuangan untuk kepentingan pihak luar manajemen yakni investor, kreditur, pemegang saham, dan pihak luar lainnya.
Akuntansi biaya : menghitung biaya produksi untuk menentukan harga pokok produksi dan menyusun laporan biaya guna memenuhi keperluan manajemen.

4. Pengertian retur penjualan, potongan penjualan, retur pembelian, dan potongan pembelian
Retur penjualan : menerima kembali sebagian barang yang telah dijual dari pembeli karena rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.
Potongan penjualan : potongan yang diberikan oleh penjual karena menerima pelunasan piutang dalam masa potongan.
Retur pembelian : pengembalian sebagian barang yang telah dibeli kepada penjual karena rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.
Potongan pembelian : potongan yang diterima oleh pembeli karena melunasi utang dalam masa potongan.

5. Kasus : Saldo kas yang dicatat perusahaan dan yang berasa di rekening koran berbeda. Catatan mana yang sebaiknya dipakai?
Catatan perusahaan dan catatan rekening koran dilihat dan ditelusuri letak penyebab berbedanya saldo kas lalu diperbaiki.

6. Komponen biaya produksi
Biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik (biaya bahan tidak langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya tidak langsung lainnya),persediaan bahan baku awal periode, pembelian bahan baku, persediaan akhir bahan baku

Look At Them! (Part 4)

Look At Them! (Part 3)

Look At Them! (Part 2)

Look At Them! (Part 1)

Yoghurt!!!

Good Afternoon everybody!!!
Wah hari ini tidak secerah yang gua harapkan! Disini langit didominasi dengan warna-warna sendu alias lagi mendung! Sekarang aja waktu gua ngetik postingan ini lagi hujan. Udah 2 jam lebih gak berhenti-henti! Untung aja hujannya gak deres banget!

Kali ini gua pengen cerita tentang pengalaman gua bikin yoghurt!
Tahun 2013 anak-anak pemuda di gereja gua bikin usaha jualan minuman gitu lah. Untungnya sih lumayan juga. Dari uang hasil jualan kita bisa bikin surprise tiap ada anggota youth di gereja gua yang ulangtahun. Karna itu tahun 2014 ini kita tetep pengen jualan. Biasanya target pasar kita sih anak-anak sekolah minggu tapi karena tahun 2014 ini ibadah sekolah minggu dimajuin jadi pagi maka kita rada-rada kelimpungan!

Untung aja kita gak kehilangan akal. Kita putusin untuk jualan yoghurt. Jualan minuman kayak Pop Ice itu butuh waktu persiapan yang lumayan sehingga untuk jualan pagi-pagi itu nyaris mustahil. Setelah ditimbang-timbang, jualan yoghurt itu punya untung yang lebih besar dan dalam persiapan dilakukan 2 hari sebelumnya sehingga kita punya waktu tuh buat persiapan. Untung besar yang dijanjikan ini bukan sekedar janji biasa! Kakak perempuan gua pernah disuruh pembimbing KIR di sekolahnya untuk bikin yoghurt sendiri dan jualan loh dan gak tanggung-tanggung dari 2 liter susu bisa menghasilkan keuntungan yang bisa bikin tim KIR kakak gua makan-makan di Pizza Hut!!!

Pembuatan yoghurt pun dimulai kemaren Jumat tanggal 7 Februari. Untuk jualan awal kita mau bikin 1 liter dulu biar nanti kalo dilihat pasar ternyata suka maka minggu depan kita bikin 2 liter. Yah itung-itung ngurangin tingkat rugi lah kalo gak laku ^^. Bahan-bahan pembuatan yoghurt semua dapat diperoleh di Carrefour terdekat. Untuk modal awal sih kita ngeluarin Rp 44.900 tapi dengan beberapa bahan yang bisa dipakai berulang kali kayak gula (500gr tapi yang dibutuhin cuma 100gr), pasta makanan, dan biang yoghurt. Prosesnya berawal dari melarutkan gula dengan air lalu panaskan susu dan campurkan dengan air gula tadi, tapi jangan sampai mendidih ya! Nah susu tersebut kemudian dibiarkan hingga anget-anget kuku lah (apaan lagi itu?). Setelah itu campurkan setengah cup biang yoghurt dan aduk rata. Simpan di wadah yang tertutup rapat lalu biarkan selama kurang lebih 10 jam lah. Oh iya dalam pembuatan yoghurt ini semua peralatan dan bahan harus bebas dari bakteri lain biar yoghurtnya jadi ya :)

Hari Sabtu (sekarang) gua pun ngecek dan ternyata yoghurtnya jadi ^^. Setelah itu yoghurt harus disaring dengan serbet bersih supaya gumpalan yoghurt bisa hilang dan tekstur yoghurt jadi lembut. Setelah disaring, yoghurt dicampur dengan pasta makanan dan walaaa this is it! Yoghurt rumahan pun siap dinikmati, tapi tentu aja yoghurt itu gak gua makan karena buat jualan besok -____-

Yoghurt rumahan bisa bertahan sekitar 2 hari kok jadi yah lumayan lah~

Iya atau Tidak?

Masih berkaitan dengan postingan sebelumnya, pernah gak kalian ngerasa kalo terkadang penggunaan bahasa Indonesia itu aneh?
Hahahaha bingung, ya?

Misalkan ada judul film nih (yang sering gua tonton ^^) Ghost Whisperer lalu kalau misalkan judul itu diganti dengan bahasa Indonesia jadi Bisikan Hantu. Apa yang kalian rasain, hayo??
Kalau gua sih ngerasa kok kayaknya gak pantes banget ya!

Ganti soal deh. Kalo ada judul film The Avengers lalu judul tersebut diganti dengan bahasa Indonesia jadi Si Penuntut Balas atau Si Pendendam. Hihihihi terkesan aneh rasanya kalo ada poster film yang berisikan tokoh-tokoh superhero berwajah gahar dipajang di mall dan judulnya Si Pendendam atau Si Penuntut Balas.

Coba ke contoh yang lebih lokal deh judul film Operation Wedding yang tokoh utamanya diperankan oleh Yuki Kato. Kalo judul tersebut diubah menjadi bahasa Indonesia maka menjadi Operasi Pernikahan.

Kejanggalan inilah yang menyebabkan orang-orang ada yang memilih untuk memakai bahasa asing untuk membuat karya mereka lebih menjual dan membuang rasa janggal atau tidak biasa yang sudah menjangkit di masyarakat kita. Dengan tindakan seperti ini justru membuat bahasa Indonesia terasa lebih asing lagi karena semakin banyak karya anak bangsa yang menggunakan bahasa asing. Tapi ternyata ada juga loh sisi postif dari situasi ini. Nah untuk sebagian orang yang mau karyanya tetep pake bahasa Indonesia, tetep menjual, dan tidak terasa janggal, mereka memutuskan untuk memutar otak dan mencari alternatif judul dengan bahasa yang lebih puitis supaya menjual. Tindakan ini bisa merangsang minat dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia loh. Dan bukan itu aja tetapi bisa juga memperkenalkan kosakata yang tidak biasa atau jarang kita temui sehari-hari sehingga mengajari masyarakat yang menikmati untuk menambah kosakata dan mengajari para pembuat karya untuk lebih kreatif dalam penggunaan bahasa dan perbendaharaan kata.

Kalo misalkan semua orang begitu kan bangsa kita jadi bisa lebih cerdas, ya gak?

p0$tiing4N B4ruw…

Yo! Yo! Yo!
Selamat siang semuanya!!!

Kali ini ada sebuah pertanyaan yang pengen banget gua bagi ke kalian. Apa sih itu alay? Wah mungkin kata ini udah gak asing lagi ya. Sering banget gua ngeliat orang ngatain temennya alay. Atau ada yang curhat bilang kalo ada temen dia yang alay entah di Facebook, Twitter, atau yang lain-lain. Sebenarnya apa sih alay itu?

Well kalo kata salah seorang penulis Indonesia sih bilang kalo alay itu masa transisi seseorang alias bagian dari hidup dimana semua orang pernah mengalaminya. Terus gua berpikir gimana dengan orang-orang yang seangkatan orangtua gua? Kalo berdasarkan teori ini berarti orangtua gua juga pernah melewati masa alay, tapi alay mereka kayak apa ya? Gua yakin banget kalo dimasa mereka yang pasti alaynya bukan yang pake huruf besar-kecil atau sok-sok pake lambang dan angka untuk gantiin huruf. Kalo gitu alay itu yang kayak gimana? Standar sesuatu bisa dikatakan alay itu apa????

Okeh gua emang gak tau apakah sudah ada standar alay dan ciri-ciri alay itu gimana, tapi gua akan menjawab dengan jawaban gua sendiri. Menurut gua alay itu ketika seseorang tidak menggunakan bahasa sebagaimana mestinya. Wow luas sekali ya pengertian yang gua kasih. Yup! Gua berpikir terlalu banyak faktor yang bikin seseorang menjadi alay.

Kalo dijabarkan menurut gua penyebab alay itu adalah :
-Pertama, kurangnya pengetahuan akan bahasa. Kealayan itu gak cuma ada di Indonesia loh. Ada juga bule yang dikatain alay oleh temen bulenya juga. Pengetahuan akan bahasa itu penting banget. Salah satu ciri alay adalah susunan huruf dan tanda baca yang salah. Nah jadi pengetahuan yang sempit mengenai EYD juga bisa bikin alay loh.
-Kedua, malu dengan bahasa sendiri. Nah untuk yang ini kayaknya penyakit kronis banget di Indonesia. Banyak banget orang Indonesia yang malu dengan bahasanya. Kebanyakan orang berpikir kalo bahasa Inggris, bahasa Mandarin, atau mungkin bahasa Nigeria lebih keren dan kece diucapkan. Apalagi kalo di depan umum, beuh, kesannya udah kayak WNA atau turis dari mancanegara. Nah bagi orang-orang dengan pengetahuan bahasa asing yang sedikit ada yang memutuskan untuk gaya-gayain bahasa Indonesia. Contohnya nih ya kata sayang jadi chayank atau sorry jadi cowiie -______-”
-Ketiga, bahasa daerah yang difermentasikan sehingga jadi gak jelas. Waduh apa lagi ini ya ._. Misalkan ada orang Jawa gaul yang temenan dengan orang Batak. Ketika si Batak mengeluarkan kosakata dalam bahasa Batak, maka secara otomatis si Jawa lama-kelamaan akan mulai terbiasa dengan istilah tersebut dan mungkin dipakai dirumah atau di lingkungan sekitar. Nah maka orang yang berada di lingkungan sekitar ini akan mulai mengikuti istilah Batak yang dipakai si Jawa. Pesan berantai yang tidak disertai dengan pendalaman makna kata akan menimbulkan salah persepsi yang bisa menyebabkan malfungsi dalam bahasa yang sering disebut generasi kita alay.

Semuanya itu dapat dicegah dan diperbaiki dengan cukup memperbaiki poin yang kedua. Gua yakin kok kalo semua orang Indonesia gak malu dengan bahasa asli alias bahasa Indonesia maka dijamin gak akan ada orang alay lagi. Kok bisa?? Kalo kita mencintai bahasa kita, maka otomatis kita mau belajar dan memperkaya pengetahuan bahasa kita. Dalam bergaul pun kita bisa memisahkan konteks penggunaan bahasa. Apakah bahasa daerah boleh dipakai untuk situasi ini atau tidak. Kalo udah kayak gitu maka semua orang akan mengetahui peran dan posisi bahasa sehingga penggunaan bahasa akan tepat dan efektif. Dan tentu aja buat para pembenci alay bakal pada seneng kan ^^