Monyet dan Kura-Kura

NB : Cerita ini bukan cerita yang ada di kartun Kembar Botak yang dari Malaysia itu ya.
Sumber : Cerita dari bapaknya teman bapak saya.

Di pedalaman hutan yang jauh hiduplah seekor monyet dan kura-kura. Keduanya sudah cukup lama berteman baik. Suatu ketika saat keduanya sedang bermain tiba-tiba hujan deras mengguyur daerah tersebut. Mereka berlari ke sebuah pohon besar untuk berteduh. Setelah waktu yang cukup lama akhirnya hujan berhenti. Karena hujan mengguyur deras dan berlangsung dengan cukup lama maka timbullah sebuah sungai yang cukup lebar.

“Untung kita sempat berteduh ya!”, kata monyet. Kura-kura mengangguk menyetujui pernyataan si monyet. Lalu timbullah sebuah pohon pisang yang hanyut terbawa aliran sungai.

“Lihat! Itu apa?”, tanya kura-kura sambil menunjuk kea rah pohon pisang tersebut.

“Itu pohon pisang, Kura-Kura”, jawab monyet.

“Ayo kita ambil dan kita tanam!”, seru Kura-Kura.

Monyet mendengus kesal. Tentu saja ia yang harus mengambil pohon tersebut sebab Kura-Kura tidak bisa berenang dan rumahnya terlalu berat sehingga tidak bisa mengapung di air. Namun saat Monyet hendak menolak usul Kura-Kura, ia melihat pohon pisang itu sungguh bagus.

“Pasti kalo ditanam akan berbuah dan menghasilkan pisang yang gemuk, kuning, lezat, dan banyak!”, gumam Monyet.
Monyet pun berdiri dan segera terjun ke air. Ia berhasil mendarat diatas pohon pisang itu dan membawa ke daratan.

“Nih! Sekarang kan pohonnya sudah ada tapi karena cuma ada satu lantas bagaimana kita membaginya?”, tanya Monyet yang disertai dengan niat licik.

Kura-Kura berpikir keras. Sejujurnya ia merasa agak sedih karena ia berpikir untuk merawat pohon tersebut bersama-sama dengan Monyet. Kura-Kura pun berkata, “Baiklah kita bagi dua saja pohon ini. Karena kamu yang membawa pohon ini ke daratan maka kamu boleh memilih lebih dulu bagian mana yang kamu mau”.

Monyet tersenyum dengan penuh kelicikan. Ia berpikir keras mengenai bagian mana yang akan ia ambil. Tentu saja ia akan mengambil bagian yang ada daunnya sebab sebelum ada buah pastilah daunnya terlebih dahulu yang muncul. Jika ia sudah punya daunnya maka sebentar lagi buahnya akan muncul.

“Kura-Kura, aku tidak butuh setengah bagian dari pohon ini. Aku hanya butuh sebuah daun pisang itu”, jawab Monyet.

“Monyet, kamu yakin?”, tanya Kura-Kura dengan bingung.

“Tentu!” jawab Monyet sambil mencabut sebuah daun pisang dan pergi berlalu.

“Sampai jumpa lagi ya!”, seru Monyet dengan sombong. Ia yakin pastilah pada akhirnya Kura-Kura akan iri dengan buah pisangnya!

Setelah itu Monyet semakin jarang mengunjungi Kura-Kura. Bahkan ia tidak menyapa Kura-Kura jika ia bertemu dengannya. Sikap Monyet menjadi sangat angkuh. Ia bahkan dengan sesumbar menceritakan ke seluruh hutan bahwa sebentar lagi ia akan memiliki buah pisang terenak dan terbanyak.

Lambat laun pohon pisang si Kura-Kura bertumbuh dan mulai mengeluarkan daun baru. Namun daun yang ditanam si Monyet menjadi layu dan hanyut terbawa aliran air. Dan singkat cerita pohon pisang si Kura-Kura bertumbuh dan menghasilkan buah yang banyak.

This entry was posted in Story.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>