Fun Fact : 10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Negara Lain

Pernah berencana liburan ke luar negeri atau malah sedang berencana? Berlibur, bisnis, atau mengunjungi kerabat? Memang menyenangkan jika bisa pergi ke luar negeri dengan alasan apapun tapi ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan loh! Selain penyesuaian akan harga-harga barang yang ada di sana dan keadaan cuaca, kita juga harus memperhatikan kebiasaan masyarakat yang ada di negera tersebut.

Berikut ini ada 10 hal yang gak boleh dilakukan di beberapa negara.

1. Menambahkan garam pada makanan
Di Indonesia, kita bebas menambahkan garam, lada, saus ataupun kecap sesuai selera ketika makan di restoran atau ketika diundang makan di rumah teman. Namun, jangan lakukan kebiasaan tersebut ketika kamu mengunjungi Mesir. Menambahkan garam, gula, dan sebagainya pada masakan yang telah dihidangkan dianggap tak sopan di negara tersebut. Pasalnya, orang yang memasak makanan akan langsung berpikiran bahwa sang tamu tidak menyukai rasa masakan yang mereka hidangkan.

2. Menulis dengan tinta merah
Mungkin kamu adalah tipe orang kreatif dan ceria yang menyukai warna-warna cerah. Namun, sebaiknya hindari menulis dengan tinta merah dan gunakan pulpen dengan warna netral seperti hitam atau biru. Tulisan dengan tinta merah dianggap tak sopan di Indonesia. Sementara itu, di Korea Selatan, penulisan nama orang dengan menggunakan tinta merah menunjukkan bahwa orang tersebut sudah meninggal dunia.

3. Membenturkan gelas
Di beberapa negara, bersulang sambil saling membenturkan gelas sebelum minum dianggap sebagai gesture yang melambangkan penghormatan, sopan santun, atau perayaan atas suatu kejadian. Hal yang sama tak berlaku di Hungaria. Negara tersebut menganggap bersulang sambil membenturkan gelas adalah sebuah tindakan penghinaan. Ada sejarah kelam dibalik pandangan tersebut. Ternyata, pada masa peperangan antara Austria dan Hungaria, tentara Austria pernah bersulang dengan mendentingkan gelas untuk merayakan kematian 13 pimpinan prajurit Hungaria.

4. Makan tanpa sendok garpu
Norwegia termasuk salah satu negara yang sangat mementingkan tata krama saat makan (table manners). Sendok, garpu, pisau, dan peralatan lainnya harus selalu digunakan ketika makan. Makan lahap dengan menggunakan tangan dianggap tak sopan di Norwegia, begitu pula halnya dengan mengobrol, mendentingkan sendok atau garpu ke piring, bersendawa, mengunyah makanan sambil bersuara.

5. Memberikan hadiah berupa benda tajam
Meskipun temanmu di Belanda hobi memasak, jangan pernah memberikan hadiah pisau kepadanya. Mengapa? Ternyata, warga Belanda percaya bahwa memberikan hadiah berupa benda-benda tajam akan memdatangkan kesialan. Untuk amannya, jika ada teman Belandamu yang ulang tahun, berikan saja mereka benda-benda yang empuk dan lembut seperti boneka, bantal, atau selimut.

6. Datang tepat waktu
Jam karet menjadi salah satu kebiasaan warga Indonesia yang paling menyebalkan. Ternyata, kebiasaan tersebut malah dianggap sopan di Venezuela. Justru, kamu akan dianggap tak sopan jika datang terlalu cepat atau tepat waktu saat diundang ke pesta. Sang tuan rumah akan merasa kamu terlalu bersemangat atau malah serakah dan ingin segera mencicipi hidangan-hidangan pesta. Waktu yang aman untuk datang ke pesta di Venezuela adalah sekitar 10-15 menit setelah jadwal yang ditentukan.

7. Bayar makanan masing-masing
Mau makan gratis di restoran? Gampang. Syaratnya, kamu harus punya teman di Turki. Ya, warga Turki senang membayarkan makanan untuk teman-teman yang mereka ajak makan. Dijamin mereka akan menolak jika kamu berbasa-basi akan membayar tagihan makanmu sendiri. Bagaimana cara membalas kebaikan mereka? Simpel saja. Kamu tinggal mengajak mereka makan di restoran dan membayarkan tagihan makanan mereka.

8. Memberikan bunga
Bunga kerap disebut sebagai lambang cinta. Tak heran jika bunga dan cokelat menjadi hadiah terpopuler yang diberikan pada perayaan Valentine. Namun, bunga sama sekali bukan hadiah yang menyenangkan di Cina. Bunga kerap diasosiasikan dengan kematian. Jadi, memberikan bunga pada seseorang di Cina artinya mendoakan orang tersebut agar cepat mati. Selain bunga, benda-benda yang tak boleh diberikan sebagai hadiah di Cina adalah jam, sapu tangan, dan sandal jerami.

9. Memotret orang
Sebagian besar orang di dunia suka difoto, kecuali selebriti dunia yang sudah lelah dengan paparazzi atau warga Ghana. Ya, warga Ghana! Mengapa warga Ghana tak suka difoto? Rupanya, mereka takut kalau jiwa mereka akan tercuri jika difoto oleh seseorang. Jadi, jangan repot-repot membeli kamera DSLR yang super mahal jika kamu berencana berlibur ke Ghana untuk memotret kehidupan penduduk asli sana.

10. Bergandengan tangan
Berjalan sambil bergandengan tangan menunjukkan pertemanan dan keakraban di Indonesia dan di negara-negara mayoritas Muslim. Namun di negara-negara barat, tindakan tersebut ternyata dianggap menunjukkan orientasi seksual seseorang, khususnya jika yang bergandengan tangan adalah 2 pria dewasa. Berjalan sambil bergandengan tangan sesama pria di Amerika Serikat atau Kanada, warga lokal akan langsung beranggapan bahwa kamu dan temanmu sebagai pasangan gay.

Masih banyak kebiasaan yang gak boleh dilakukan di luar negeri yah tapi selama masih bisa say sorry maka gak jadi masalah. Tapi jangan keseringan buat kesalahan juga ya ;)

FROZEN

Ini bukan gambar karya gua! Oke? Sekali lagi BUKAN KARYA BUATAN GUA
Thank you!

What a wave??

Tahun 2013 kemaren ada film animasi bagus yang berhasil menyabet 2 piala Oscar. Well buat para readers sekalian pasti udah tau dong film apa tuh yang dimaksud…

Yup! FROZEN memang film yang menarik banget dan masuk dalam daftar wajib ditonton. Ceritanya yang oke. Soundtrack yang oke. Grafis yang oke. Ugh everything is so perfect!

Eitss ini bukan perfect menurut gua doang loh…
Saat ini demam Frozen masih melanda di masyarakat. Gak cuma dikalangan anak-anak, tapi dikalangan remaja sampe orang dewasa demam ini melanda dengan dahsyat!!!
Pernah gua baca di koran, ada artikel mengenai demam Frozen. Dalam artikel itu sih diceritain bahkan anak TK yang baru 5 tahun aja bisa belasan kali menyanyikan lagu “Let it go” yang jadi soundtrack andalan film itu. Wuih hebat sangat ya! Padahal kan masih 5 tahun belum terlalu fasih berbahasa inggris.

Tentu aja gua adalah salah satu korban dari gelombang Frozen ini. Sampe-sampe tuh film udah belasan kali gua tonton. Yang awalnya pake subtitle sekarang gua matiin tuh subtitle (buat belajar inggris lah ^^). Bahkan sampe hafal gua beberapa deretan percakapan yang ada di film itu.

Hal yang bisa gua komentarin adalah : AWESOME!!!
Oke kalo itu sih anak TK yang tadi juga bisa bilang gitu. Yang perlu ditekankan adalah film Frozen ini tuh nilai moralnya oke banget. Cerita cinta-cintaannya sedikit tapi gak bikin film ini jadi gak enak ditonton. Kisah persaudaraan yang nampaknya mulai langka di masyarakat ini bener-bener dikemas dengan apik dan gak main-main alias full-…. full power bukan, full potention apalagi! Yah full-lah pokoknya ^^

Buat temen-temen yang suka bikin cerita atau bahkan animasi/film pendek merasa tertantang gak bikin karya tentang konflik persaudaraan yang minim cerita cinta tapi diminati masyarakat?
Ditunggu ya karyanya!